STIT DARAS Selenggarakan Kuliah Umum, Buka Tahun Ajaran Baru di Aceh Singkil
107 Mahasiswa Baru Bergabung, Mayoritas Putra-Putri Aceh Singkil; Kuliah Umum Dorong Sinergi Tradisi Keilmuan Islam dan Transformasi Digital

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan Aceh (STIT DARAS) resmi membuka perkuliahan Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Kuliah Umum yang digelar di Ballroom Langgeng Jaya, Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Sabtu (19/9/2026).
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Merawat Tradisi, Mengadopsi Teknologi, Mentransformasi Pendidikan” dan dihadiri Bupati Aceh Singkil H. Sapiradi Oyon, S.H., Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB), pimpinan dayah, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, dosen, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan STIT DARAS yang terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan, khususnya bagi para alumni dan tenaga pendidik dayah di wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.
Ketua STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan kuliah umum di Aceh Singkil bukan tanpa alasan.
Menurutnya, keputusan tersebut mempertimbangkan komposisi mahasiswa baru STIT DARAS pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang mayoritas berasal dari Kabupaten Aceh Singkil.
“Dasar penyelenggaraan Kuliah Umum ini dilaksanakan di wilayah Aceh Singkil karena mayoritas mahasiswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027 merupakan putra-putri daerah Aceh Singkil,” ujar Dr. Andika.
Ia menyampaikan, melalui kerja sama dengan PB IKADARHAS Singkil, STIT DARAS menerima sebanyak 72 mahasiswa baru dari Aceh Singkil. Mahasiswa tersebut berasal dari kalangan alumni dan tenaga pendidik sejumlah dayah di Kabupaten Aceh Singkil.
Sementara itu, sebanyak 35 mahasiswa lainnya berasal dari wilayah Kota Subulussalam.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan mahasiswa baru STIT DARAS pada Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 107 mahasiswa.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, STIT DARAS menerima sebanyak 23 mahasiswa baru.
“Peningkatan jumlah mahasiswa ini sangat signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu, ketika STIT DARAS menerima 23 mahasiswa,” kata Dr. Andika.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menjadi energi baru bagi STIT DARAS untuk terus meningkatkan mutu akademik, tata kelola, serta kualitas layanan pendidikan.
Bupati Aceh Singkil H. Sapiradi Oyon, S.H., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap langkah organisasi lintas dayah di Aceh Singkil yang dinilainya mampu menangkap peluang penguatan akademik bagi alumni-alumni dayah.
Ia menilai kerja sama antara PB IKADARHAS Singkil dengan STIT DARAS menjadi salah satu bentuk konkret dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi para alumni dan tenaga pendidik dayah.
Bupati juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan STIT DARAS ke depan. Menurutnya, keberadaan kampus tersebut memiliki peluang untuk terus berkembang karena didirikan oleh tokoh yang memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan kepemimpinan daerah.
Ia juga menitipkan pesan kepada mahasiswa agar menjadikan pendidikan dan perkuliahan sebagai prioritas serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai gerakan yang tidak jelas.
“Fokuslah pada perkuliahan. Jangan mudah terpengaruh dengan pergerakan-pergerakan yang tidak jelas hingga akhirnya terjebak dalam benturan dengan pemerintah,” pesannya.
Bupati Aceh Singkil juga mendorong mahasiswa agar membangun kolaborasi yang konstruktif untuk kemajuan daerah.
“Saya senang jika mahasiswa berkolaborasi dan berupaya memajukan daerah dengan kualitas akademik dan program kampus yang berfokus pada penguatan akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) yang menjadi pemateri dalam Kuliah Umum mengajak mahasiswa STIT DARAS untuk meningkatkan semangat belajar dan menguasai teknologi digital.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu secara teoritis, tetapi juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu harus dipublikasikan dengan menulis dan menghasilkan karya,” pesan HRB kepada mahasiswa.
Dalam pemaparannya, HRB juga mengangkat kiprah dua ulama besar yang berasal dari kawasan Singkil, yakni Syekh Abdur Rauf as-Singkily dan Syekh Hamzah Fansuri.
Ia mendorong mahasiswa untuk lebih tekun mempelajari pemikiran, karya, dan warisan intelektual kedua ulama tersebut sebagai bagian dari upaya membangun identitas akademik yang berakar pada tradisi keilmuan lokal.
Menurutnya, warisan intelektual para ulama Singkil harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk membangun tradisi membaca, menulis, meneliti, dan menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kuliah umum sekaligus pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut juga dirangkai dengan sejumlah penampilan mahasiswa.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah syair kolosal berbahasa Arab tentang tanah Singkil, yang menjadi simbol keterhubungan antara tradisi keilmuan Islam, budaya lokal, dan dunia akademik.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh semangat. Kehadiran pimpinan daerah, tokoh agama, pimpinan dayah, dosen, mahasiswa, dan masyarakat akademik memberikan energi baru bagi STIT DARAS dalam memasuki Tahun Ajaran 2026/2027.
Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa dan semakin luasnya jejaring kerja sama dengan lembaga pendidikan dayah, STIT DARAS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berakar pada tradisi keilmuan Islam, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada transformasi pendidikan.



