STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh Raih Best Collaborative Partnership pada AICISSS 2026
STIT DARAS meraih penghargaan PTKIS Awards Aceh 2026 kategori Best Collaborative Partnership atas penguatan jejaring kerja sama dan kolaborasi akademik

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan Aceh kembali mencatatkan capaian positif dalam pengembangan kelembagaan dan jejaring akademik. STIT Daarurrahmah Sepadan atau STIT DARAS meraih penghargaan Best Collaborative Partnership pada ajang Aceh International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (AICISSS) 2026 yang diselenggarakan oleh FKP-PTKIS V Aceh, Rabu, 2 September 2026.
AICISSS 2026 merupakan salah satu forum akademik yang mempertemukan perguruan tinggi keagamaan Islam, akademisi, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Aceh. Selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengembangan wawasan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian perguruan tinggi dan akademisi melalui sejumlah kategori penghargaan.
Dalam kegiatan tersebut, STIT DARAS memperoleh penghargaan Best Collaborative Partnership. Penghargaan ini menjadi bagian penting dari perjalanan kelembagaan STIT DARAS dalam membangun ekosistem perguruan tinggi berbasis kolaborasi.
Sebagai perguruan tinggi yang relatif baru di Kota Subulussalam, STIT DARAS terus mengembangkan jejaring kerja sama dengan berbagai institusi. Dalam satu tahun operasionalnya, STIT DARAS telah menjalin sejumlah Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai mitra, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan berbagai program kelembagaan.
Penguatan Kolaborasi sebagai Strategi Pengembangan Kampus
Pengembangan jejaring kolaborasi menjadi salah satu strategi yang diterapkan STIT DARAS dalam membangun eksistensi sebagai perguruan tinggi baru. Kolaborasi tidak hanya dilakukan dengan perguruan tinggi, tetapi juga dengan organisasi, komunitas pendidikan, dan berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan.
Ketua STIT DARAS, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag., menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya perguruan tinggi, penguatan kapasitas dosen dan perluasan jejaring akademik menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan institusi.
Menurutnya, perguruan tinggi yang baru berdiri membutuhkan strategi untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkenalkan kapasitas kelembagaan kepada publik akademik.
“Pada masa sekarang ini, eksistensi perguruan tinggi merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat dan menjadi daya tarik terhadap lembaga pendidikan. STIT DARAS sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri perlu dikenal, diketahui, serta mendapatkan pengakuan secara luas,” ujar Dr. Andika.
Ia menjelaskan bahwa STIT DARAS berupaya membuka ruang kolaborasi seluas mungkin sekaligus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai forum akademik.
“Kami berupaya meraih panggung sebanyak mungkin sembari menguatkan potensi para dosen dalam berbagai khazanah keilmuan serta memberikan pengalaman untuk bersaing,” tambahnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui keterlibatan pimpinan dan dosen STIT DARAS dalam berbagai forum akademik di tingkat daerah dan nasional, termasuk kegiatan kolaboratif dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di kawasan Asia.
Apresiasi atas Pengembangan Jejaring Kelembagaan
Ketua FKP-PTKIS V Aceh, Dr. Musa Alfadhil, M.A., menjelaskan bahwa penghargaan dalam berbagai kategori pada AICISSS 2026 diberikan berdasarkan proses penjaringan, penilaian, dan pengamatan yang dilakukan oleh panitia pelaksana.
Penetapan penerima penghargaan dilakukan berdasarkan capaian dan aktivitas kelembagaan maupun akademik yang dapat dinilai serta dipertanggungjawabkan.
Bagi STIT DARAS, penghargaan Best Collaborative Partnership menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya kelembagaan dalam membangun kemitraan dan kolaborasi sebagai bagian dari strategi pengembangan perguruan tinggi.
Pertumbuhan Mahasiswa dan Pengembangan Program Studi
Penguatan eksistensi dan jejaring kelembagaan tersebut juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa. Pada tahun akademik 2026/2027, STIT DARAS menerima 90 mahasiswa baru pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun pertama operasional, ketika STIT DARAS menerima sekitar 30 mahasiswa baru.
Pertumbuhan mahasiswa menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan STIT DARAS sekaligus menunjukkan semakin terbukanya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan perguruan tinggi tersebut.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi STIT DARAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat sumber daya dosen, memperluas jejaring kerja sama, serta mengembangkan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah Menuju Pengembangan Kelembagaan
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, STIT DARAS terus mempersiapkan pengembangan kelembagaan pada tahap berikutnya. Salah satu agenda yang sedang menjadi perhatian adalah pengembangan dan pembukaan program studi baru guna memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Subulussalam dan daerah sekitarnya.
Penghargaan Best Collaborative Partnership AICISSS 2026 menjadi momentum bagi STIT DARAS untuk semakin memperkuat komitmen membangun perguruan tinggi melalui kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kualitas akademik.
Melalui penguatan jejaring nasional dan internasional, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan program akademik yang berkelanjutan, STIT DARAS berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam dan sumber daya manusia di Kota Subulussalam, Aceh, dan Indonesia.



