Program Studi PBA STIT Daarurrahmah Sepadan Perkuat Kompetensi Bahasa Arab Lewat Kerja Sama KBRI Malaysia

Kuala Lumpur — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan (Daras) Kota Subulussalam, Aceh, terus memperkuat kapasitas dan orientasi global mahasiswanya. Langkah ini ditandai dengan keterlibatan STIT Daras dalam penandatanganan kerja sama internasional antara 51 perguruan tinggi Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Aula KBRI Kuala Lumpur, Senin (13/10/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi Islam daerah untuk menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. STIT Daras, melalui Prodi Pendidikan Bahasa Arab, memandang kerja sama tersebut sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kemampuan akademik, kebahasaan, dan kompetensi mahasiswa di level internasional.
Ketua Program Studi PBA, Hendri Fadhli, M.Ag, menyampaikan bahwa partisipasi STIT Daras dalam agenda internasional ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar keislaman dan keindonesiaan.
“Bahasa Arab bukan hanya bahasa komunikasi keagamaan, tetapi juga menjadi kunci diplomasi budaya dan pendidikan. Kerja sama dengan KBRI Malaysia ini akan membuka jalan bagi mahasiswa kami untuk praktik langsung di lingkungan pendidikan luar negeri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hendri menambahkan bahwa Malaysia dipilih sebagai mitra strategis karena negara tersebut memiliki perhatian besar terhadap pengajaran bahasa Arab di lembaga-lembaga pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa PBA STIT Daras diharapkan dapat belajar dari sistem pembelajaran bahasa Arab yang diterapkan di Malaysia dan menyesuaikannya dengan konteks pesantren dan madrasah di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIT Daras, Mustawa, M.Ag, menegaskan bahwa pihak kampus akan menindaklanjuti kerja sama ini dengan program-program nyata seperti magang internasional, kuliah tamu lintas negara, dan pengabdian masyarakat berbasis kebahasaan di sekolah-sekolah Indonesia di Kuala Lumpur.
“Mahasiswa tidak cukup hanya kuat dalam teori. Mereka harus siap tampil di panggung internasional dengan kemampuan berbahasa Arab yang komunikatif dan aplikatif. Melalui kerja sama ini, kita ingin mencetak generasi akademik yang adaptif dan berdaya saing global,” ujar Mustawa.
Ia juga menambahkan bahwa keikutsertaan STIT Daras dalam forum MoU KBRI Malaysia sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren yang terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Dalam acara tersebut, Duta Besar RI untuk Malaysia, Datuk Harmono, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi Indonesia dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di sektor pendidikan. Salah satunya melalui penempatan mahasiswa praktik kerja di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang mayoritas siswanya merupakan anak-anak dari pekerja migran Indonesia.
Kerja sama antara STIT Daras dan KBRI Malaysia ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan akademik, tetapi juga memperkuat citra pendidikan Islam Indonesia di dunia internasional. Dengan dukungan pimpinan kampus dan sinergi antarprodi, STIT Daras optimis melangkah menuju kampus berwawasan global yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.



