News

Dosen STIT Daras Ikuti Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kopertais Wilayah V Aceh

Dalam upaya memperkuat kapasitas dosen di bidang riset dan publikasi ilmiah, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan Aceh mengutus dua dosen tetap Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fitria Ananda, M.Pd dan Arniati, M.Pd, untuk mengikuti Workshop Penulisan Proposal Penelitian bagi Dosen PTKIS, yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah V Aceh di Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pada 18–19 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Aceh dan menjadi forum penting untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas, sesuai dengan kaidah akademik dan kebutuhan pengembangan perguruan tinggi di era modern.

Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Sitti Fathir Rahmah, M.Pd, menyampaikan bahwa partisipasi dosen STIT Daras dalam kegiatan tersebut merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan akademik kampus yang berorientasi pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi.

“STIT Daras meskipun masih baru, tidak boleh tertinggal. Kami mendorong dosen-dosen untuk aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan kegiatan akademik, baik di tingkat regional maupun nasional. Melalui kegiatan seperti ini, dosen dapat memperluas jaringan, menambah wawasan, dan meningkatkan kapasitas dalam menulis proposal penelitian yang dapat diusulkan ke berbagai lembaga pendanaan,” ujar Dr. Sitti Fathir Rahmah saat diwawancarai seusai kegiatan.

Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi oleh Kopertais Wilayah V ini menjadi wadah penting bagi dosen untuk berlatih menulis proposal yang memenuhi standar kelayakan hibah penelitian, terutama dalam konteks pendidikan Islam dan pengembangan keilmuan berbasis pesantren yang menjadi ciri khas STIT Daras.

“Sebagai kampus yang lahir dari lingkungan pesantren, STIT Daras memiliki kekayaan pengalaman dan nilai-nilai yang sangat potensial untuk dikembangkan melalui penelitian. Kami ingin dosen-dosen muda dapat mengubah pengalaman tersebut menjadi karya ilmiah yang diakui secara nasional,” lanjutnya.

Dr. Sitti Fathir juga menegaskan bahwa keikutsertaan dua dosen tersebut bukan sekadar partisipasi simbolik, tetapi bagian dari rencana besar STIT Daras untuk membangun budaya riset yang kuat dan produktif. Dalam pandangannya, dosen merupakan ujung tombak kemajuan institusi dan menjadi kunci reputasi akademik kampus di mata publik.

“Dosen tidak boleh hanya mengajar, tetapi juga harus menghasilkan karya ilmiah, melakukan penelitian, dan terjun langsung dalam pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya adalah satu kesatuan yang membentuk karakter sejati seorang akademisi. Dosen STIT Daras harus unggul, kreatif, dan berintegritas, dengan bukti nyata berupa penelitian dan kontribusi sosial,” tegasnya.

Selain mengikuti program pelatihan dari Kopertais, Dr. Sitti Fathir mengungkapkan bahwa pihak kampus juga telah menyiapkan serangkaian workshop internal yang akan dilaksanakan sepanjang tahun akademik 2025–2026. Workshop tersebut meliputi pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah, manajemen referensi, dan publikasi internasional, yang akan diikuti oleh seluruh dosen STIT Daras dari berbagai program studi.

“Kami tidak ingin berhenti pada satu kegiatan. Ke depan, STIT Daras akan mengadakan pelatihan rutin dan pendampingan bagi dosen untuk memastikan setiap tenaga pendidik memiliki kemampuan riset dan publikasi yang mumpuni. Ini juga bagian dari persiapan akreditasi institusi dan program studi,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi dan sinergi dengan Kopertais Wilayah V Aceh juga menjadi modal penting dalam penguatan kelembagaan kampus. Dengan dukungan Kopertais, STIT Daras mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar dan asesor yang berpengalaman dalam bidang penelitian dan akreditasi.

“Kami bersyukur bisa berada dalam naungan Kopertais Wilayah V yang sangat aktif mendorong PTKIS di Aceh untuk berkembang. Ini kesempatan emas bagi dosen muda kita untuk belajar dan membangun jejaring dengan para akademisi lain di seluruh Aceh,” ujarnya dengan penuh apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Sitti Fathir berharap agar Fitria Ananda dan Arniati menjadi contoh dan inspirasi bagi dosen lain di lingkungan STIT Daras untuk semakin aktif menghasilkan karya penelitian dan publikasi ilmiah.

“Saya berharap kedua dosen yang diutus ini menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan lainnya. Setiap dosen harus memiliki target karya setiap tahun, minimal satu proposal penelitian dan satu artikel ilmiah yang dipublikasikan. Ini akan menjadi budaya akademik baru yang akan mengangkat marwah kampus kita,” tuturnya.

Langkah progresif STIT Daras dalam mengutus dosen ke berbagai forum akademik membuktikan bahwa kampus ini memiliki visi jauh ke depan dalam membangun reputasi akademik dan meningkatkan kepercayaan publik. Meskipun baru memulai aktivitas akademik pada tahun 2025, semangat untuk berdaya saing, berintegritas, dan berprestasi telah menjadi karakter yang melekat pada seluruh civitas akademika STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari Yayasan Daarurrahmah Sepadan, kampus ini terus menapaki jalur penguatan mutu dosen dan mahasiswa, serta berkomitmen menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul, inovatif, dan kontributif bagi masyarakat Aceh dan Indonesia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button